Reviews

Review Game : Seraph, So Good Yet So BAD!

By BangMonyong on Nov 01, 2016

Review Game : Seraph, So Good Yet So BAD!

Biasanya kalau kami ditanya, “Game sidescrolling platformer shooter itu kayak gimana sih?” biasanya kami menjawab dengan game seperti Contra, Metal Slug, atau Megaman. Karena memang ketiga game tersebut cukup identik dengan Sidescrolling Platformer Shooter, nah begitu juga dengan Seraph. Namun bukan experience seperti contra atau metal slug yang kami dapatkan, melainkan sebuah gameplay experience yang cukup unik yang dimana kalian berfokus untuk menghindari serangan musuh dan acrobatic action. Gameplay unik tersebutlah yang membuat kami tertarik untuk memainkan game ini serta membuatnya berbeda dengan game sidescrolling platformer shooter kebanyakan. Nah, inilah review kami mengenai Seraph.

Jalan cerita dan story telling dari Seraph bagi kami terasa sedikit membosankan dan klise, hal ini diperkuat lagi dengan skenario balas dendam, pengkhianatan, memory loss alias amnesia, heaven and hell dilemma, serta usaha demon untuk menguasai dunia yang dimana sudah terlalu sering ditemui di game lain. Hal ini tentunya dapat dilihat dengan cara penyampaian story yang hanya melalui dua hal, yaitu dialog antara karakter utama kalian dengan beberapa karakter lain di awal dan di akhir tiap level yang kalian mainkan, dan melalui logs yang dapat kalian temui di tiap level. Not. Good. Enough!

Image title

Nilai Estetik yang dihadirkan oleh Seraph sendiri menurut kami sudah cukup polished, mulai dari environment detail, efek tampilan yang muncul di layar kalian, enemies design yang cukup beragam, dan BGM techno-dubstep yang menggelitik telinga kami. Namun sayangnya hal ini tidak diikuti dengan character design yang layak untuk disebut main character, serta level design yang baik. Level design Seraph menurut kami sangatlah membosankan, karena hanya ada dua objective yang dapat kalian temukan untuk tiap level, antara kalian membunuh satu mini boss atau kalian harus menghancurkan dua – tiga demonic portal yang tersebar di dalam level tersebut. Formula ini digunakan oleh Dreadbit dari awal hingga akhir permainan, tanpa ada variasi sedikitpun kecuali dua boss battle saja. Oleh karena itu, level design yang membosankan tersebut tentunya memberikan efek negatif bagi salah satu aspek yang ada di game ini, terutama BGM. Mengapa BGM? Karena BGM semenarik dan sebagus apapun BGM tersebut, apakah kalian tidak bosan apabila mendengarkan hal yang sama berulang kali? Sungguh sayang sebenarnya, padahal kami cukup suka dengan BGM dari Seraph...

Untungnya boss fight yang ada di Seraph cukup solid dan memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Hal ini tentunya sedikit menolong kami untuk menghalau kebosanan yang tinggi setelah melewati level-level yang ada, walau sayangnya hanya ada dua boss yang akan kalian lawan di Seraph… Menurut kami seharusnya Dreadbit menambahkan boss fight yang ada di Seraph. Karena walaupun hanya ada dua boss, boss fight yang ada tersebut terasa begitu menantang dan jelas lebih seru ketimbang level yang lain.

Image title

Bagaimana dengan aspek lain dari Seraph? Well, selain full on action shoot’em up yang ada, terdapat juga aspek character upgrade berupa oath yang kurang lebih berupa passive skill tree yang biasa kalian temui di game RPG. Nah selain hal tersebut, Seraph juga memiliki elemen Crafting, walaupun menurut kami crafting di Seraph biasa-biasa saja yang dimana kalian cukup membunuh musuh untuk mengumpulkan material untuk crafting, lalu kemudian kalian cukup membuat item yang kalian inginkan melalui crafting tab yang ada di akhir level.

Image title

Seperti yang telah kami utarakan di awal review ini, gameplay dari Seraph berfokus pada kemampuan kalian untuk menghindari segala macam serangan yang dilancarkan oleh musuh yang kalian temui. Tiap musuh memiliki serangan yang cukup unik dan membutuhkan sedikit observasi untuk dapat menghindari serangan tersebut. Selain kemampuan observasi, reflek kalian pun akan diuji oleh serangan musuh yang bertubi-tubi dan begitu banyaknya variasi dari serangan musuh tersebut, mulai dari serangan melee, ranged, homing attack, Area of Effect, debuff, dan teleporting enemies, pokoknya banyak banget deh. Terlebih lagi, serangan musuh tersebut biasanya memiliki damage yang cukup tinggi dan dapat membunuh karakter kalian dengan mudah apabila kalian tidak berhati-hati. Untungnya kalian tidak perlu dipusingkan untuk masalah aiming, karena aiming yang ada di Seraph biasanya dilakukan secara otomatis. Beruntung movement serta control dari game ini sangat baik dan responsif, yang tentunya sangat penting bagi sebuah game sidescrolling platformer shooter macam Seraph.

Selain main story mode yang telah kami jelaskan di atas, terdapat juga dua mode lain yang memberikan sedikit variasi. Kedua mode tersebut adalah Daily Challenges dan Survival, keduanya memiliki satu kesamaan, yaitu kalian akan beradu dengan pemain lain untuk mendapatkan score terbanyak dan keduanya akan memberikan hadiah kepada para pemain dengan skor tertinggi di scoreboard. Nah perbedaanya terletak pada level dan objective yang dihadirkan oleh keduanya. Dengan Daily Challenges, kalian akan berlomba untuk menyelesaikan satu level secepat mungkin dan kalian hanya perlu untuk membuka semua chest yang ada untuk menyelesaikan level tersebut. Nah selain hal itu terdapat juga multiplier yang akan meningkatkan score kalian seperti no damage multiplier yang meningkatkan score kalian sesuai dengan total darah kalian di akhir level. Sedangkan untuk Survival mode sebenarnya tidak jauh berbeda dengan main story mode, karena kalian akan melewati berbagai level dengan dua objective yang sama… yaitu membunuh satu mini boss atau menghancurkan dua – tiga demonic portal. Bedanya, tidak ada continue apabila kalian mati / game over, dan score terakhir yang kalian dapatkan ketika kalian game over akan menjadi score yang akan digunakan untuk diadu di scoreboard.

Overall, Seraph memiliki konsep yang cukup unik dan dibalut dengan desain dan BGM yang solid menjadikan game ini mampu memberikan unique experience tersendiri. Namun sayangnya level design Seraph yang monoton kami nilai berhasil membangkitkan rasa jenuh yang tak tertahankan. Menurut kami, Seraph membutuhkan overhaul yang cukup besar untuk level design, menambahkan variasi dari musuh yang dihadapi, dan menambah boss fight. Apabila kalian telah mencoba Seraph, kami yakin kalian akan setuju dengan pendapat kami untuk menambah boss fight atau mungkin membuat sebuah mode baru untuk melawan boss saja. Karena boss fight yang ada, walaupun hanya ada dua, bagi kami cukup memorable, challenging, dan fun. So yeah, that’s all folks…

Tags: DreadBit, Game Platformer, Game Shooter, Game Sidescrolling, Great Boss Battle, PS 4, Review Game Bahasa Indonesia, Review Game Terbaru, Seraph, Steam, Unique Gameplay, Windows PC, Xbox One