Reviews

Review Game : Monster Hunter Generation

By BangMonyong on Sep 26, 2016

Review Game : Monster Hunter Generation

Setelah sempat mupeng dengan Monster Hunter X, untungnya Capcom merilis juga game ini secara international dengan nama Monster Hunter Generation, jangan khawatir... cuma ganti nama aja kok. Akhirnya nih, kami hands-on juga dengan Monster Hunter Generation, well sudah cukup lama sih... sampai akhirnya BangMonyong bisa take a break dari hunting... Nah cukup basa-basinya, sekarang pertanyaannya apa aja nih fitur-fitur baru dari seri Monster Hunter terbaru ini? Buanyak banget! Mulai dari mode terbaru seperti Prowler / palico mode, Hunter Arts, monster-monster baru, map baru, deviant monster, dan yang paling mengejutkan, Hunting Styles! Kami sendiri sebenarnya sudah hands on Monster Hunter Generation cukup lama, sejak rilis sih tepatnya... tapi berhubung BangMonyong keasikan maenin Monster Hunter Generation makanya review ini baru rilis sekarang. Well, without further ado, this is our review about Monster Hunter Generation.

Kualitas estetika dari Monster Hunter franchise masih terjaga dengan baik di Monster Hunter Generation. Mulai dari soundtrack dan sound effect yang superb, hingga kualitas grafis yang meningkat dari seri sebelumnya. Walaupun memang bisa dibilang graphical effect dari Monster Hunter Generation agak sedikit lebay menurut kami... seperti flash yang muncul hampir disetiap serangan kalian yang mengenai targetnya. Selain graphical effect yang agak lebay tersebut, dari segi estetik, Monster Hunter Generation nampak polished, gorgeous, dan detailed yang tentunya push the limit of 3DS console capabilities.

Now, this is the moment of truth... the gameplay. Perubahan gameplay yang ada di Monster Hunter Generation tidaklah minor seperti perubahan pada weapon moveset saja, melainkan game breaking change. Yep, this is a new kind of Monster Hunter yang belum pernah dilihat sebelumnya. Perubahan yang game breaking mulai dari 4 hunting style yang ada di tiap weapon type. Berikut ke empat hunting style yang ada dengan penjelasannya :

1. The "Normal" Guild Hunting Style : Original hunting style dengan weapon moveset yang sama (atau dengan sedikit perubahan) dengan game pendahulunya Monster Hunter 4 Ultimate dengan dua slot Hunter Arts.

2. The "Spammer" Striker Hunting Style : Memiliki weapon moveset yang lebih sedikit ketimbang Guild Hunting Style, namun dapat menggunakan tiga Hunter Arts dan dapat me-recharge ketiga Hunter Arts tersebut dengan cukup cepat.

3. The "Acrobatic" Aerial Hunting Style : Sesuai dengan namanya, Aerial hunting style berfokus pada aerial attack yang dipopulerkan oleh Monster Hunter 4 dan Monster Hunter 4 Ultimate. Kekurangan utama dari Aerial hunting style selain weapon moveset yang lebih sedikit dibandingkan dengan Guild hunting style adalah jumlah Hunter Arts yang dapat kalian gunakan hanya satu Hunter Arts saja.

4. The "YOLO" Adept / Bushido Hunting Style : Mungkin kalian bertanya-tanya mengapa "YOLO"? Karena memang Adept / Bushido hunting style merupakan hunting style yang memiliki filosofi "high risk high reward". Memang benar weapon moveset yang kalian miliki lebih sedikit dan Hunter Arts yang dapat kalian gunakan hanyalah satu saja, namun terdapat extra powerful weapon moveset ketika kalian berhasil menghindari serangan musuh (atau menangkis serangan tersebut ketika kalian menggunakan Lance & Gunlance).

Untuk Hunter Arts, ini video showcase Hunter Arts dari Arekkz Gaming :


Nah, selain ke empat hunting style yang telah kami sebutkan, terdapat Hunter Arts yang dapat membantu kalian ketika hunting. Terdapat 3 unique Hunter Arts untuk setiap weapon type yang ada, selain itu terdapat juga beberapa general Hunter Arts yang tidak bergantung pada tipe senjata yang kalian pakai. Jujur, kami merasa Hunter Arts sendiri merupakan sebuah fitur terbaru yang masih butuh banyak tweak dari Capcom. Mengapa? Karena terdapat beberapa Hunter Arts yang menurut kami cukup overpowered seperti wolf's maw dari Dual Blade yang memberikan extra hit untuk setiap weapon moveset dan kombinasi antara Demon Riot dengan Energy Charge Switch Axe yang memberikan hampir unlimited sword mode dengan extra 20% damage. Namun ada juga Hunter Arts yang menurut kami underwhelming dan underpowered, seperti Provoke dari Hammer, Aerial Slam dari Dual Blades, Arisen Phoenix, Fortress Walls, dan Heal Gain.

To be honest, kami kurang setuju dengan implementasi dari Hunter Arts. Karena kami merasa perubahan dari Monster Hunter semakin lama semakin menjurus ke arah your everyday action game. Maksud kami dengan pernyataan tersebut adalah, ketika kami pertama kali memainkan Monster Hunter series, it's a whole different kind of beast apabila dibandingkan dengan game lain. Well, mungkin mirip dengan Shadow of the Collosus, tapi itu bukanlah hal yang jelek bukan? Bagi kami, Monster Hunter tidak perlu flashy moves seperti game action lain, sebut saja Devil May Cry misalnya. Karena salah satu daya tarik dari Monster Hunter sendiri lebih kepada bagaimana seorang player melawan musuh yang jauh lebih durable dan kuat ketimbang karakternya sendiri dengan mempelajari pola serangan musuh tersebut, memanfaatkan segala jenis item / alat yang tersedia, memahami weapon moveset yang kalian miliki, dan mencari posisi serta timing yang pas untuk menyerang musuh tersebut. Namun pada Monster Hunter Generation, kami merasa bahwa Hunter Arts yang ada di seri monster hunter terbaru ini memiliki impact yang cukup besar terhadap gameplay game ini. Let's be honest, ketika kame pertama kali menggunakan Hunter Arts, it feels great... Tapi semakin lama kami memainkan Monster Hunter Generation, semakin sulit bagi kami untuk tidak menggunakan Hunting Arts. Why? Karena Hunter Arts membuat hunting terasa jauh lebih mudah. Kami tahu bahwa hal ini terdengar agak gila dan ironis, namun bukan sekedar kemudahan yang diberikan oleh Hunter Arts, it feels more like a shortcut than a tool.

Well, that was a huge wall of text, now on to the next one, Prowler Mode! Mungkin kalian bertanya-tanya, setelah melihat betapa kami menolak keberadaan Hunter Arts... well believe it or not, we LOVE Prowler Mode! Dengan Prowler Mode ini, kalian dapat hunting atau menjalankan quest sebagai palico yang telah kalian rekrut sebelumnya. Prowler Mode bagi kami tidak hanya lucu dan sekedar side dish saja di Monster Hunter Generation, namun apabila kalian memang berniat untuk melawan monster sebesar gedung dengan kucing kalian, why not? Believe it or not, kalian dapat mengalahkan monster sekelas Akantor dan Ukanlos tanpa kesulitan. Tidak percaya? Coba kalian tonton video prowler vs High Rank Nakarkos dibawah ini (credits to CantaPerMe) :



Kebayang dong bagaimana puasnya kami ketika berhasil melawan monster sebesar gedung dengan prowler kami?

In the end, walaupun kami kurang suka dengan adanya Hunter Arts, kami tetap merasa bahwa Monster Hunter Generation merupakan sebuah game yang cukup solid, baik secara estetika maupun gameplay. Walaupun jumlah monster baru yang dihadirkan oleh Monster Hunter Generation tidak terlalu banyak, absennya sub-species dari monster yang ada seperti pink rathian dan azure rathalos, dan juga tidak adanya G-Rank di Monster Hunter Generation, kami tetap menikmati Monster Hunter Generation. Karena terdapat banyak fitur baru yang dihadirkan oleh game ini seperti Hunting Styles dan prowler mode yang menjadikan game ini dapat kalian mainkan hingga ratusan jam. Sekedar catatan saja, save file MH Gen milik BangMonyong sudah mencapai lebih dari 300 jam untuk game ini. So yeah, that's all we got to say for Monster Hunter Generation. It's a proper Monster Hunting game with solid new features that will hook you up for hundreds of hours of gameplay.

Tags: Game 3DS, Game Review, Gamenivora Review, Hunter Arts, Hunting Styles, Monster Hunter Generations, Prowler Mode, Review Game Bahasa Indonesia, Review Game Keren