Reviews

Review Game : Dungeon of the Endless, Roguelike + Tower Defense? Why Not!

By BangMonyong on Oct 20, 2016

Review Game : Dungeon of the Endless, Roguelike + Tower Defense? Why Not!

Coba kalian bayangkan, sebuah game roguelike dengan elemen dungeon exploration, Resource management, Hero defense, dan Tower defense. Aneh? Nope! Kombinasi unik tersebut ternyata berhasil menyajikan sebuah single player dan multiplayer experience yang seru, penuh dengan mini heart attack moment, dan dilemma. Masih kurang percaya dengan statement kami barusan? Let us explain.

Dari segi estetika, Dungeon of the Endless menyajikan 2D 8 bit grafis dengan sci-fi techno background music. Style grafis 2D 8 bit mungkin akan menjadi turn off bagi beberapa orang, namun menurut kami, graphical style yang dimiliki oleh Dungeon of the Endless cukup layak dan animasi yang ada tergolong cukup halus ketimbang 2D 8 bit animation dari beberapa game indie lain. Environment, character model, dan character animation (baik musuh maupun hero yang kalian gunakan) cukup beragam dan unik. Kami sangat menikmati background music dari Dungeon of the Endless, karena sci-fi techno music yang dihadirkan cukup menggelitik indra pendengaran kami dengan menyajikan nada-nada yang tidak hanya memberikan calming effect, namun juga menghadirkan rasa penasaran yang cukup kental. Kombinasi keduanya kami nilai sukses untuk membuat kami terpaku didepan layar monitor kami selama berjam-jam untuk memainkan game ini tanpa ada rasa bosan sedikitpun.

Gameplay yang disajikan oleh Dungeon of the Endless memang cukup unik. Mulai dari elemen roguelike yang unforgiving, heroes dan resource management yang menguras otak, serta elemen RNG yang begitu kental memastikan tiap playthrough berbeda dari yang sebelumnya. Nah objektif utama dari Dungeon of the Endless sendiri adalah untuk para hero yang kalian mainkan dapat keluar dari dungeon dimana hero tersebut berada. It’s all about survival, namun selain kalian harus memastikan keselamatan para hero tersebut, kalian juga harus menjaga power crystal yang akan menjadi kunci survival kalian. Nah, diantara begitu banyak cobaan yang akan kalian hadapi ketika mengeksplorasi dungeon tersebut, kalian dapat menemukan hero-hero baru, research crystal, dan events. Events yang kami maksud dapat berupa resource pile, treasure chest, dan bahkan sekelompok monster. Semuanya random, kalian tidak tahu pasti apa yang akan kalian temukan dalam perjalanan kalian menuju elevator untuk ke lantai selanjutnya karena semuanya procedurally generated content, bahkan riset untuk defensive tower maupun resource generator yang dapat kalian research pun muncul secara random dan akan muncul secara acak tiap kali riset kalian selesai. Terdapat 4 macam resource yang harus kalian manage, keempat resource tersebut adalah :

  • Industry : resource industry dapat kalian gunakan untuk membuat resource pile, membuat defensive tower, membuka beberapa resource pile, dan sebagai currency untuk membeli barang melalui merchant.
  • Science : resource science dapat kalian gunakan untuk meriset resource generator dan defensive tower baru, serta sebagai currency untuk membeli barang di merchant juga.
  • Food : resource food merupakan resource yang sangat penting untuk hero kalian. Karena food digunakan untuk dapat menyembuhkan, menaikkan level, dan menyewa hero baru. Beberapa merchant juga menggunakan resource ini sebagai currency.
  • Dust : Berbeda dengan resource lain, Dust hanya dapat kalian temukan dengan membuka ruangan baru serta gambling melalui resource pile. Kegunaan Dust sendiri adalah untuk menyediakan power / listrik bagi ruangan-ruangan yang berisi bangunan resource generator maupun defensive tower, selain itu tidak ada monster yang dapat spawn dari ruangan yang memiliki power. Dust sendiri menjadi health / hp dari power crystal kalian.

So… yeah, ke empat resource tersebut sangat penting untuk kelangsungan hero dan perjalanan hero kalian di dalam dungeon.

Image title

Survival memang menjadi tema penting di Dungeon of the Endless, namun bukan berarti atmosfir yang kalian rasakan ketika memainkan game ini menjadi berat dan depressing, terdapat berbagai macam guyonan yang tersembunyi dalam conversation dan interaksi antara hero yang ada. Walaupun memang humor yang dihadirkan biasanya berupa dark comedy / black comedy dan tidak banyak orang yang menyukai tipe humor tersebut, sebagai contoh interaksi antara karakter Rakya Pulmoni dengan Elise Ness yang penuh dengan sarkasme serta saling ejek satu sama lain. Nah selagi kita membahas mengenai hero, terdapat 8 unique hero yang dapat kalian pilih ketika kalian memulai permainan untuk pertama kali dan terdapat 18 unique hero yang dapat kalian temukan, rekrut, dan unlock sepanjang perjalanan kalian di dalam dungeon. Syarat untuk mendapatkan hero baru adalah dengan merekrut hero tersebut serta menjaganya untuk tetap hidup hingga 3 lantai setelah kalian merekrutnya. Gak sulit kan? Well, gak gampang juga sih… karena semakin banyak hero yang kalian kontrol, maka semakin banyak Food yang kalian gunakan untuk menaikkan level ataupun menyembuhkan mereka. Bahkan bukan tidak mungkin apabila kalian terlalu fokus untuk menjaga satu hero, kalian malah melupakan nasib hero yang lain dan pada akhirnya membiarkan mereka dibunuh oleh monster satu per satu (curcol dari BangMonyong dan Dodon…).

Mungkin kalian masih ingat, di atas kami sempat menyebutkan dilemma sebagai salah satu experience yang kalian alami ketika memainkan Dungeon of the Endless. Jujur saja, tidak mudah bagi kami untuk menjelaskan mengenai apa yang kami maksud dengan dilemma, karena membutuhkan sebuah pengertian yang cukup mendalam terhadap gameplay mechanic yang dimiliki oleh Dungeon of the Endless itu sendiri, agak lebay memang... Well, secara layman term, terkadang kalian harus memilih antara eksplorasi dan mengambil resiko diserbu oleh ratusan monster serta memicu bad event untuk terjadi, atau langsung menuju exit dan meninggalkan resource, hero, dan kemungkinan untuk menemukan treasure chest. Karena tiap kali kalian membuka pintu dan ruangan baru, ada kemungkinan untuk monster muncul dari ruangan-ruangan yang telah kalian jelajahi dan tidak memiliki power. It’s a bit risky, namun dengan membuka ruangan-ruangan baru tentunya meningkatkan kemungkinan kalian untuk menemukan hero baru serta treasure chest.

Image title

Untuk multiplayer sendiri, tingkat kesulitanya menurut kami cukup variatif, karena sangat bergantung pada tingkat kerjasama antara kalian dengan player lain. Apabila kalian memiliki komunikasi yang baik dengan partner kalian, maka multiplayer di game ini tidak sesulit yang kalian bayangkan. Namun apabila komunikasi yang kalian miliki buruk, tentunya hal ini akan mempersulit perjalanan kalian untuk menyelesaikan game ini bersama-sama, bahkan kami berani menjamin, kemungkinan besar kalian tidak akan berhasil menyelesaikan game ini. Karena mekanik in-game yang ada mewajibkan kalian untuk merencanakan setiap langkah yang akan kalian ambil dan bersiap-siap untuk menghadapi berbagai macam rintangan yang akan kalian temukan nantinya.

Image title

Salah satu fitur in-game yang cukup menarik dan tentunya meningkatkan replayability dari Dungeon of the Endless, terdapat beberapa macam spaceship yang menjadi start dari perjalanan kalian. Tiap spaceship memiliki atribut unik yang tentunya mengubah cara kalian bermain salah satunya Infirmary pod yang dimana tiap hero yang kalian gunakan memiliki hp 2 kali lebih banyak dari biasanya dan resource Food yang digunakan untuk menyembuhkan hero tersebut lebih sedikit juga, namun tidak ada fitur auto heal seperti bagaimana mestinya ketika tiap turn kalian selesai, selain itu untuk equipment tipe accessory berubah menjadi drugs yang memberikan major boost untuk atribut tertentu dengan downside yang cukup signifikan di salah satu atribut lain. Dengan adanya fitur ini tentu akan meningkatkan variasi dari gameplay yang bisa kalian lakukan.

Image title

Kesimpulannya? Jujur kami cukup terkejut dengan game indie yang satu ini. Kami tidak menyangka sebuah game indie dengan kombinasi yang unik antara tower defense, roguelike, dan dungeon exploration dapat menyita waktu kami hingga berjam-jam. Walaupun memang game ini bukanlah sebuah game yang dapat dinikmati oleh semua orang, karena tingkat kesulitan yang dimiliki oleh Dungeon of the Endless cukup tinggi. Jangan percaya dengan tingkat difficulty easy, karena easy bukanlah kata yang akan kami gunakan untuk mendeskripsikan tingkat stress yang kami dapatkan setelah berulang kali perjalanan kami harus terhenti di tengah jalan karena diserbu oleh ratusan monster dan sebagai akibatnya, semua hero kami mati. Namun anehnya, kami tetap tertarik untuk berulangkali memainkan game ini dan memulai perjalanan baru dengan hero yang baru. It’s strangely addictive dan rasa puas yang dihadirkan ketika kalian berhasil menyelesaikan game ini sungguh luar biasa.

Tags: Dungeon of the Endless, Game dengan grafik 2D 8 Bit Style, Game Dungeon Exploration, Game Indie Keren, Game Roguelike, Game Survival, Game Tower Defense, Heroes Management, Resource Management, Review Game Bahasa Indonesia, Review Game Keren, Review Game Terbaru