Reviews

Game Review : INSIDE

By BangMonyong on Jan 04, 2017

Mungkin bagi kalian yang masih ingat atau pernah memainkan game Limbo akan cukup familiar dengan Inside. Inside, game 2.5D sidescrolling puzzle platformer ini memang dibuat oleh developer yang sama dengan Limbo yaitu Playdead. Jadi jangan heran kalau kalian akan menemukan similaritas dari segi gameplay.

Image title

Berbeda dengan Noir like graphic style yang digunakan oleh Limbo, Inside menggunakan monochromatic environment yang menjadikannya jauh lebih hidup ketimbang pendahulunya tersebut. Sound effect dan environmental background noise Inside juga dikerjakan dengan sangat baik, dimana tiap sound effect yang dihadirkan selalu tepat sasaran dengan segala hal yang terjadi di dalam game ini. Walaupun original soundtrack yang digunakan pada game ini tidak terlalu banyak dan cenderung minimalis, OST yang digunakan oleh Inside cukup menghadirkan kesan lovecraftian horror alias horror yang tidak bergantung pada gore, darah, potongan tubuh manusia, maupun jumpscare seperti monster yang tiba-tiba muncul di layar kalian dan diikuti dengan suara yang cukup mengejutkan, melainkan dengan membangun nuansa horror dari background noise, environment, dan rasa ingin tahu dari para player yang memainkan game ini. Yep, Inside dengan sukses membuat menyajikan kesan horror dan kengerian yang cukup intens tanpa perlu menggunakan jumpscare. Satu-satunya jumpscare yang kami temui hanya pada level underwater saja, dan jumpscare tersebutpun dapat terlewat begitu saja tanpa kalian sadari apabila kalian tidak cukup awas ketika memainkan game ini.

Gameplay dari Inside sendiri menurut kami cukup simple seperti game platformer pada umumnya, selain itu skema kontrol yang digunakan pun cukup minimalis dan sangat responsif. Kontrol yang responsif tersebut tentunya merupakan sebuah peningkatan yang cukup signifikan dari Limbo. Sayangnya hal ini tidak diikuti dengan tingkat kompleksitas dari puzzle yang dihadirkan oleh Inside. Kebanyakan puzzle yang dihadirkan cukup mudah untuk dipecahkan tanpa perlu memeras otak terlalu lama. Walaupun sesekali terdengar beberapa kata umpatan yang keluar dari mulut BangMonyong ketika ia tersangkut di salah satu environmental puzzle yang ada… Tidak banyak yang bisa kami bahas disini berhubung fokus utama dari Inside sendiri lebih kepada story dan nilai estetik yang ada pada Inside.

Image title

Agak sulit bagi kami untuk tidak memberikan spoiler ketika membahas mengenai Inside, apalagi ketika story tersebut merupakan salah satu fokus utama dari game ini. Well, secara garis besar, Inside dimulai dengan kalian mengontrol seorang anak kecil yang nampaknya sedang berjalan-jalan di hutan, namun seiring dengan perjalanan tersebut kalian akan bertemu dengan beberapa “musuh” seperti guards, watch dogs, dan robot-robot penjaga yang berusaha untuk menghentikan perjalanan kalian. Pada akhirnya kalian akan mencapai sebuah area yang dipenuhi dengan orang-orang yang nampak seperti boneka yang tengah berbaris beriringan memasuki satu bangunan dengan berbagai scientist dan robot yang menyortir orang-orang tersebut. Yep, semakin kami memainkan game ini maka semakin banyak pula pertanyaan-pertanyaan yang muncul di dalam benak kami, seperti : "Kok penjaganya sadis banget?" "Itu orang-orang kenapa kok pada baris?" "Itu mesin apaan, kok bisa ngontrol orang yang kayak boneka?" "Kok BangMonyong gak dapet-dapet jodoh?"

Kesimpulannya, Inside bagi kami cukup berhasil menyajikan gameplay experience yang cukup unik dengan perpaduan luar biasa antara monochromatic graphics, lovecraftian horror, dan story plot yang dipenuhi dengan teori konspirasi gila. Satu hal yang sangat kami sukai dari Inside adalah bagaimana Playdead dengan sukses mengemas story plot yang cukup rumit melalui puzzle dan environment yang kalian temui sepanjang permainan. Inside is surely one of the best indie games out there!

Tags: Game Atmospheric, Game dengan Story Luar Biasa, Game Indie, Game Platformer, Game PlayStation 4, Game Windows PC, Game Xbox 360, INSIDE, Limbo, Playdead, Review Game Keren