Opinion

Opinion : Shanghai Major Sh*tstorm

By Fadil on Mar 08, 2016

“Shanghai Major Shitstorm” itulah julukan dari komunitas DotA dari berbagai penjuru dunia mengenai beberapa “kekurangan” yang terjadi pada acara akbar yang diselenggarakan oleh Valve tersebut. Tidak sepenuhnya salah Valve, namun kami yakin banyak sekali pihak-pihak yang dirugikan dan terlibat atas kejadian ini.

James "2GD" Harding, yang ditunjuk oleh Valve untuk menjadi host di acara ini juga merupakan korban dari rentetan “shitstorm” yang terjadi. Kami tidak mau menunjuk siapa yang salah dan siapa yang benar, tapi faktanya 2GD dipecat dengan alasan ketidak-profesionalannya dalam menjalankan tugasnya sebagai host. Drama ini sempat menyita banyak perhatian dari para pecinta DotA 2 dan Caster-Caster lainnya, bahkan Gabe “Gaben” Newell, bapak dari Steam dan Valve, sampai memberikan pernyataan yang cukup kontroversial dan terdengar kurang professional menurut kami. Untuk berita lebih lengkapnya bisa dilihat disini.

Image title

Selesai dengan drama yang disuguhkan oleh 2GD dan Gaben, ternyata badai masih berlanjut. Meskipun Valve juga sudah memecat tim produksi yang dirasa kurang professional, ternyata penggantinya pun masih memiliki banyak masalah yang terjadi seperti koneksi yang kurang bagus, kualitas audio yang terdengar seperti dengkuran supir truk jalur pantura, delay yang bahkan lebih lama dari waktu berjalannya permainan, ruang VIP yang sangat “minimalis”, para kru yang tidur saat bertugas dan, sekat ruangan yang tidak kedap suara dan tidak kedap asap rokok.

Kami sendiri sebenarnya agak bingung dengan performa dari tim produksi yang ada, entah memang keadaan di tempat yang memang tidak memungkinkan untuk memberikan kualitas yang lebih baik, atau memang dilakukan untuk menekan budget produksi serendah-rendahnya. Masih ingat dengan DAC? Event yang dilaksanakan pada tahun 2015 yang bisa dibilang setara dengan Major kali ini pun tidak menuai banyak kritik pedas seperti Shanghai major. Jika kalian ingin melihat betapa “sinergis” kekacauan yang terjadi pada Major kali ini, kalian bisa lihat video yang diunggah oleh Trymike4instance kanalnya di bawah ini.

Badai pasti berlalu, yang menjadi pertanyaannya sih, kapan? Karena di akhir acara pun pihak penyelenggara sampai memberikan pemberitahuan bahwa venue Mercedes-Benz Arena akan ditutup satu jam lagi dan sisa pertandingan akan dilakukan secara Online. Yang jadi pertanyaan kami ketika melihat pernyataan itu adalah, kalau venue ditutup, acara penyerahan trofi dan seremonial kemenangannya ga ada dong? Untungnya sih pertandingannya berlangsung lebih cepat dari rundown acara yang mereka miliki sehingga masih memungkinkan untuk dilakukannya seremonial kemenangan. Tidak hanya itu masalah yang ada di saat detik detik berakhirnya acara, banyak barang-barang yang dikemas oleh penyelenggara secara asal-asalan sehingga barang-barang tersebut "hilang" atau entah kemana.

Image title

Image title

Yang memperparah keadaan adalah hilangnya barang bukan di tempat berlangsungnya acara, melainkan di kamar hotel mereka. Headphone, mouse dan kunci mobil Maserati milik rOtk pun hilang entah kemana di kamar hotel yang seharusnya menjadi ruangan yang terjaga privasinya, semoga benar bahwa badai pasti berlalu.

Image title

Disini kami tidak ingin menunjuk siapa yang salah dan siapa yang benar, tapi sejujurnya kami sangat kecewa dengan tim produksi yang menyelenggarakan acara Major kali ini. Banyak Negara lain yang menunggu “jatah”nya untuk menyelenggarakan Major di negaranya, kami yakin juga Indonesia merupakan salah satunya. Setahu kami, China merupakan salah satu negara yang sudah cukup berkembang di bidang E-Sportnya, yang jadi pertanyaan adalah, kok bisa bisanya di acara yang sebesar ini dimana semua mata penggemar DotA 2 sedang tertuju pada mereka, mereka malah terlihat lalai dan berantakan performanya? Semoga aja Valve dan para penggemar DotA 2 tidak kapok untuk melibatkan China di kemudian hari.

Tags: